Polri petakan wilayah rawan konflik pilkada serentak 2018

Netralitas.net, Semarang¬†– polri petakan wilayah rawan konflik pilkada serentak 2018 –¬†Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai Jawa Barat (Jabar) merupakan wilayah yang paling rawan konflik pada Pilkada Serentak 2018. Selain Jabar, peta kerawanan Pilkada Serentak 2018 juga terdapat di Kalimantan Barat (Kalbar) dan wilayah timur Indonesia seperti Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri di sela Apel Kasatwil Tahun Anggaran 2017 di Auditorium Cenderawasih, Kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).

Dalam upaya mengatasi kerawanan wilayah pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, pihaknya telah melakukan pemetaan. “Kami perkirakan, yang agak rawan itu Jawa Barat, karena itu wilayah ‘lumbung’ yang terbesar,” kata Tito. Hanya Dengan Modal 25RB Anda Sudah Bisa Memenangkan Jackpot Sebesar 30Juta Rupiah ,, Dan Semua Itu Hanya Ada Di HGPOKER – Agen Poker Online

“Ini semua sudah dipetakan untuk melakukan langkah- langkah antisipasi, karena masih ada delapan bulan menuju pelaksanaan Pilkada 2018. Oleh karena itu, saya minta kepala wilayah (kapolda dan kapolres) melakukan analisis dan evaluasi (anev),” tambahnya.

Baca Juga : Nasdem targetkan dua digit suara dan menangkan jokowi di pemilu 2009

Menurut Tito, pihaknya telah menyampaikan langkah- langkah yang harus dikerjakan. Langkah-langkah tersebut akan dievaluasi sampai bulan Desember tahun 2017 ini. “Yang mampu melaksanakan baik kita pertahankan bila perlu promosi. Tapi kalau yang tidak melaksanakan langkah-langkah yang sudah saya arahkan sampai dengan Desember saya akan ganti cari pimpinan yang lebih baik,” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Meski demikian, lanjut Kapolri, saat ini suasana relatif sejuk dan tenang. Polri tetap melakukan berbagai pendekatan. Menurutnya, pendekatan yang utama dengan stakeholder yang terkait pilkada seperti KPU dan Panwaslu.

Kerja sama serta sinergi aparat kepolisian dan TNI juga harus terus dibangun sampai tingkat terbawah. Selain itu, pendekatan dengan tokoh masyarakat, agama termasuk media. “Kuncinya saat ini adalah pendekatan kepada semua pihak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *