Penumpang liong air kehilangan Rp 28 juta saat tasnya tidak Boleh dibawa ke kabin oleh pertugas

netralitas.net, BatamPenumpang liong air kehilang Rp 28 juta saat tasnya tidak boleh dibawa ke kabin oleh pertugas – Noberia Nazara, seorang penimpang lion air dari bandara binaka, gunungsitoli , nias tujuan batam tak kuasa menahan tangis saat menbuat laporan di SPKT polsek badnara hang nadim.

melansir dari netralitas.net batam, diketahui, wanita tersebut kehilangan uang tunia sebersar Rp.28 juta yang di bawanya dari kampung halaman menuju batam.

“saya mau gendong tas ini tadi pagi  waktu naik pesawat. Tapi disuruh masukkan ke dalam bagasi sama orang pesawat,” kata-kata dia dalam bahasa daerahnya sambil terus menangis.

Noveria mengaku bahwa uang itu adalah uang sisa jujuran adat biaya atau adat pernikahan adik laki-lakinya yang bernama Efendi Nazara yang diserahkan ke pihak keluarga mempelai perempuan.

“sabtu ini adik saya mau nikah. uang itu digunakan disana (uang nikah).makanya pusing.”katanya.

Diketahui, saat berangkat dari binaka, noveria tidak berangkat sendirian melainkan bersama tiga anggota keluarga lain naek maskapai wings air menuju batam.

Perjalanan mereka pun harus berhenti untuk transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Sumut selama kurang lebih 50 menit.

Rombongan tersebut berangkat lagi sekitar pukul 14.00 WIB dari Kualanamu menuju Batam dengan pesawat yang berbeda, yaitu Lion Air.

“Tas itu kami sudah nggak tahu lagi. Karena diurus sama pihak Lion. Kami tahunya waktu sampai di Batam,” tuturnya.

Saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 16.00 WIB, Noveria dibuat terkejut saat ia memeriksa isi tas, uang Rp 28 juta yang dibawa lenyap tidak ada di dalam tas lagi.

Mengetahui hal itu pun ia hanya menangis, keluarganya pun langsung menjemputnya di bandara dan segera membuat laporan di Polsek Bandara Hang Nadim.

Kapolsek Bandara Hang Nadim, Iptu Betty Novia saat itu mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jauh.

”Karena masih dilakukan pemeriksaan kepada penumpangnya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Betty berjanji akan mengivenstigasi permasalahan itu. Caranya, akan koordinasi dengan pihak bandara Nias dan Kualanamu untuk dilakukan pengecekan.

Terkait kejadian tersebut, pegawai pesawat Lion Air yang dikonfirmasi saat berada di Mapolsek Bandara Hang Nadim juga belum bersedia memberikan konfirmasinya.

Karena, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak bandara Binaka Gunungsitoli Nias.

(BACA JUGA ;  barekrim tetapkan dirut PT SBI jadi tersangka korupsi BPD papua)

Terdeteksi mesin X-ray

Hilangnya uang tunai milik Noveria ini tentunya memunculkan tanda tanya.

Karena, uang itu sempat terdeteksi di mesin x-ray di Bandara Binaka, Gunungsitoli, Nias, sesaat sebelum Noveria berangkat.

Melansir dari Tribun Batam kembali, hal ini pun diungkapkan oleh Betty Novia.

“Uang itu setelah dicek ada di dalam. Tapi kami mengalami sedikit kesulitan untuk melakukan penyelidikan karena ada tiga bandar udara yang dilalui. Yakni, Nias, Kualanamu dan Batam. Namun, masalah ini tetap kami tangani,” kata Betty Novia. Bonus new member 10rb dengan deposit 25rb hanya di salmonpoker.com – agen judi 

Ia juga menambahkan bahwa biasanya jika penumpang transit, maka pihak maskapai langsung mengambil dan mengurus barang bawaan penumpang.

Dari bagasi pesawat yang satu ke pesawat yang lain.

“Misalkan dari Binaka ke Batam. Kan biasanya transit dulu itu di Kualanamu. Nah di Kualanamu biasanya langsung tanpa x-ray. Karena dianggap sudah steril. Tapi mudah-mudahan tak seperti itu ya. Hanya asumsi sementara. Kami tetap lidik ini,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *