bersaksi di sidang,gubernur bengkulu mengelak tudingan korupsi

netralitas – bengkulubersaksi di sidang ,gubernur bengkulu mengelak tudingan korupsi gubernur bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Maddari memberi kesaksian dalam sidang lanjutan kasus korupsi dengan terdakwa Jhoni Wijaya selaku direktur PT Swatika Mitra Sarana yang didakwa sebagai pemberi suap sebesar Rp 1 miliar dan dijaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim Admiral itu, Lily yang memberikan kesaksian terebih dahulu mengelak fakta bahwa dia tidak memerintahkan Bendahara Partai Golkar yang juga sebagai kontraktor Rico Dian Sari meminta uang kepada Jhoni.

(BACA JUGA: bareskrim tetapkan direkut PT SBI jadi tersangka korupsi BPD PAPU )

Lily hanya meminta Rico supaya mengantarkan uang untuk THR karena saat itu menjelang hari raya. “Saya tidak mengetahui uang itu dari mana asalnya, saya hanya guyon saja meminta THR kepada Rico,” ujar Lily di Bengkulu (3/10/2017).

Lily juga mengelak semua pertanyaan majelis hakim maupun Jaksa Penuntut Umum terkait uang Rp 1 miliar yang dibawa dari rumahnya saat OTT dan dijadikan barang bukti.

Dia juga membantah memerintahkan Rico untuk melakukan koordinasi terkait uang fee proyek kepada 14 orang kontraktor pemenang tender proyek pengerjaan jalan di Bengkulu yang dibiayai APBD tahun 2017.

Lily pun mengelak dugaan kalai dia  memerintahkan Rico membuat kuitansi penerimaan uang dari Jhoni sebagai pembayaran sebagian uang komitmen fee sebesar Rp 1 miliar dari total Rp 4,3 miliar.Bonus new member 10rb dengan deposit 25rb hanya di salmonpoker.com – agen judi 

“Saya tidak tahu yang mulia dan saya tidak memerintahkan Rico untuk membuat kuitansi,” lanjut Lily.

Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti juga mengelak semua fakta persidangan yang ditanyakan kepadanya. Ridwan lebih banyak menjawab lupa, tidak tahu dan tidak ingat saat dicecar pertanyaan maupun saat disodorkan barang bukti.

Termasuk saat Majelis Hakim bertanya apakah Ridwan memerintahkan para saksi maupun terdakwa lain dalam kasus ini untuk memungut fee proyek pembangunan jalan yang sedang dikerjakan.

“Tidak tahu, saya tidak ingat yang mulia,” ujar Ridwan Mukti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *