sekeluarga di bogor ditemukan tewas,diduga keracunan gas genset

netralitas.netbogorsekeluarga di bogor di temukan tewas,diduga keracunan gas genset –  Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan seorang anak yang masih balita ditemukan tewas di Perumahan Grand Kahuripan Cluster Bromo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Selasa (3/19/2017) sore. Diduga, ketiga korban tewas karena keracunan gas yang keluar dari genset yang digunakan untuk peneranngan.

Kasubag Humas Polres AKP Ita Puspitalena mengatakan, Ketiga korban meninggal yakni, Sariun (36), Rika Liswati (istri Sariun) dan anak mereka yang berusia 4 tahun bernama Rabil. “Korban merupakan satu keluarga. Diduga korban keracunan gas dari genset,” kata AKP Ita, Selasa (3/10/2017).

Dari informasi yang didapat dari saksi disebutkan bahwa diketahui pada Minggu (1/10/2017) petang sekitar pukul 17:00 wib, rumah korban dan kawasan sekitarnya mengalami padam listrik.

(BACA JUGA : polisi selidiki bentrokan yang menewaskan dua orng di surabaya)

“Diduga, korban menggunakan genset untuk penerangan karena mati lampu. Tapi kemudian korban tertidur dan menghirup gas yang keluar dari genset. Tapi ini masih didalami oleh petugas, masih diselidiki,” terang Ita. Tetangga korban, Yani, kata Ita, sempat mengabarkan kepada korban pada minggu malam sekitar pukul 21:00 wib, karena listrik sudah kembali menyala. “korban dikabari melalui sms oleh tetangga kalau listrik sudah menyala, melalui sms. Karena tetangga korban tahu kalau korban menyalakan genset. Tapi tidak ada jawaban,” tambah Ita. Bonus new member 10rb dengan deposit 25rb hanya di salmonpoker.com – poker online 

Sampai akhirnya, Selasa (3/10/2017) sore sekitar pukul 16:00 wib Eni, kerabat korban datang untuk berkunjung. Eni yang curiga karena melihat kondisi rumah korban dipenuhi lalat dan tercium aroma tidak sedap, melapor ke pemilik rumah. “Saksi kemudian melaporkan kondisi tersebut ke pemilik rumah, karena posisi korban disitu sebagai pengontrak. Oleh pemilik rumah kemudian dilaporkan ke Polsek Klapanunggal,” kata AKP Ita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *