Sidang Korupsi E-KTP, Miryam Dan Penyidik KPK Akan Dikonfrontasi

Sidang Korupsi E-KTP, Miryam Dan Penyidik KPK Akan Dikonfrontasi

 

Netralitas.net, Korupsi –¬†Sidang Korupsi E-KTP, Miryam Dan Penyidik KPK Akan Dikonfrontasi –¬†Sidang keempat kasus korupsi proyek e-KTP kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Agenda sidang hari ini adalah mendengarkan kesaksian saksi sekaligus konfrontir dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ada tiga penyidik yang dihadirkan pada persidangan hari ini yakni, Novel Baswedan, Damanik, dam Irwan Susanto. Ketiga orang tersebut merupakan penyidik yang menginterogasi Miryam S Haryani saat proses penyidikan.

“Hari ini penuntut umum KPK akan menghadirkan 3 penyidik yang disebut Miryam di sidang sebelumnya,” ujar Febri, Senin (27/3).

“Penyidik KPK akan smpaikan keterangan di depan hakim agar kemudian dapat dinilai lebih lanjut terkait alasan pencabutan BAP ( Berita Acara Pemeriksaan) oleh saksi Miryam,” imbuh Febri.

Dihadirkannya penyidik KPK untuk konfrontasi dengan Miryam lantaran sebelumnya politisi dari fraksi Hanura itu mencabut seluruh keterangan di BAP miliknya dengan alasan tertekan karena penyidik yang disebutkan Miryam mengancamnya. Majelis hakim pun sepakat untuk menghadirkan penyidik KPK guna menguak kebenaran yang disebutkan Miryam.

Di pihak KPK, Febri menuturkan, persidangan kali ini sebagai momentum langkah selanjutnya terhadap kesaksian Miryam. Dia menjelaskan masih ada kesempatan bagi Miryam untuk memberikan keterangan sebenar-benarnya dalam persidangan nanti.

“Kita lihat apakah saksi Miryam masih akan bertahan di keterangan sebelumnya atau tidak. Masih ada ruang bagi saksi untuk berkata benar dan jujur,” tandasnya.

Akan tetapi, imbuh Febri, jika Miryam masih bersikukuh untuk mencabut seluruh keterangannya dalam BAP dan memenuhi unsur pidana memberi keterangan tidak benar, KPK tidak segan untuk menerapkan Pasal 22 Undang-Undang Tipikor tentang keterangan palsu.

“Ancaman pidana saksi yang memberikan keterangan tidak benar minimal penjara 3 tahun, maksimal 12 tahun, sebagaimana diatur pada Pasal 22 UU Tipikor,” jelas mantan aktivis ICW tersebut

Di waktu bersamaan, penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengatakan pihaknya siap memberikan keterangan mengenai proses penyidikan terhadap Miryam. Penyidik yang pernah diterpa isu kriminalisasi tersebut menuturkan segala proses interogasi sudab sesuai dengan Standard of Procedure (SOP) yang ada.

Dia pun mengaku tidak ada persiapan khusus untuk persidangan hari ini. Mengingat, kata Novel, dirinya sudah melakukan proses yang benar dan sesuai koridor yang ada.

“Penyidik ketika mau di konfirmasi dimintai keterangan atau proses enggak masalah bagi saya, dan penyidik meyakini, memahami sekali proses yang dilakukan dengan proporsional dan profesional jadi saya yakin dan enggak ada persiapan khususnya,” ujar Novel setibanya di Pengadilan Negeri Tipikor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *