Ketua KPU DKI “Ketahuan” Ikut Rapat Timses Ahok, Nusron Wahid Langsung Klarifikasi

Ketua KPU DKI “Ketahuan” Ikut Rapat Timses Ahok, Nusron Wahid Langsung Klarifikasi

 

Netralitas.net, Metropolitan –¬†Ketua KPU DKI “Ketahuan” Ikut Rapat Timses Ahok, Nusron Wahid Langsung Klarifikasi –¬†Ketua KPU DKI Sumarno, Komisioner Bidang Pencalonan dan Kampanye Dahlia Umar, dan Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti, diketahui menghadiri rapat internal Ahok dan parpol pendukung di Hotel di Novotel Jakarta Barat, Kamis (9/3) malam.

Ketiganya tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Saat dihampiri awak media, Sumarno sempat terlihat terkejut. Seraya berjalan, ia pun lantas menuturkan bahwa kehadirannya itu lantaran diundang oleh tim Ahok.

“Tahu aja sih media. Ini diskusi aja, persiapan putaran kedua,” celetuknya kepada media sambil tersenyum, Kamis (9/3)

Sementara itu, Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Nusron Wahid, pun angkat suara terkait kehadiran Sumarno di acaranya.

Ia pun lantas menegaskan bahwa kehadiran Sumarno tidka bersifat politis, bukan juga untuk memengaruhi kredibilitas KPU dan Bawaslu DKI sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Nusron menambahkan, rapat internal tertutup ini membicarakan pemetaan dan strategi jelang putaran kedua.

“Diundang untuk memberikan penjelasan dan aturan main babak kedua apa, supaya kita tahu batas-batas yang melanggar mana, batas-batas yang tdak melanggar mana,” tutur Nusron.

READ MORE :

Nusron melanjutkan, hal seperti ini pernah dilakukan oleh partainya Partai Golkar yang pernah mengundang KPU untuk memberikan penjelasan terkait proses yang kurang lebih sama seperti yang dilakukan oleh KPU DKI dan timses paslon nomor urut dua.

“KPU juga diundang sama Golkar kok, seperti memberikan penjelasan pembagian dan perubahan dapil dan sebagainya, biasa itu mah,” ucap Nusron.

“Di pemilu ini kan banyak wilayah yang abu-abu,nah yang abu-abu kita mau minta penjelasan apakah bagi sembako di saat seperti ini misal bagian dari money politic atau tidak, kan bisa minta penjelasan.Apakah bakti sosial itu bagian money politik atau tidak,” lanjut Nusron.

( Jitunews.com )

3 Comments

  1. laurencius

    March 10, 2017 at 2:00 am

    Justru bahaya undang ketua KPU krn sebelum oknum bersifat memihak ke paslon 3 . Jika diundang rapat strategi kampanye bisa saja oknum ini membocorkan ke pihak lawan. masih percaya ketua KLU DKI?

  2. Pingback: Mungkinkah Ahok Ikut Terseret Korupsi E-KTP Semasa Di DPR ?

  3. Pingback: Ahok Gubernur Pertama Yang Pecahkan Rekor KPK, Serahkan Gratifikasi Rp 10 Miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *