NU : Kasus Ahok Lagi Dimanfaatkan Oleh Islam Garis Keras Untuk Bentuk Negara Islam

NU : Kasus Ahok Lagi Dimanfaatkan Oleh Islam Garis Keras Untuk Bentuk Negara Islam

 

Netralitas.net, Metropolitan – NU : Kasus Ahok Lagi Dimanfaatkan Oleh Islam Garis Keras Untuk Bentuk Negara Islam – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan kasus kecil dan tidak perlu diributkan.

Kasus ini bisa diselesaikan melalui proses hukum. Namun, kasus ini menjadi sangat rumit dan ramai karena dipakai sekelompok orang sebagai pintu masuk membentuk negara Islam.

“Ini pintu masuk bagi kelompok yang ingin mendirikan negara Islam. Ini yang berbahaya dan patut diwaspadai,” kata Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad dalam seminar bertema Kebhinekaan Dalam Perspektif Konstitusi UUD 1945 di Jakarta, Rabu (23/11).

Lebih lanjut ia menjelaskan kalau saat ini masih ada kelompok muslim yang terus berjuang demi terciptanya negara Islam. Kelompok ini, belum menerima bahwa faktanya Indonesia bukanlah negara Islam.

Karena itu, mereka juga tidak menerima Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

“Dalam kasus Ahok, bukan dugaan penistaan agama yang dikhawatirkan, tetapi bangkitnya kelompok yang ingin mendirikan negara Islam,” tegasnya.

Ia juga menyebut aksi 4 November yang melibatkan banyak umat muslim sebagai bentuk pergumulan ideologi membangun negara Islam.

Tantangan kedepan adalah bagaimana menjawab pergumulan ideologi tersebut, lanjut Rumadi.

“Kondisi masyarakat sekarang berbeda dengan para pendahulu. Terutama masyarakat di masa perjuangan mencapai kemerdekaan dan masa-masa awal setelah merdeka. Saat itu, memang ada perbedaan tajam apakah membentuk negara Islam atau negara Pancasila,” kata dia.

Tetapi para pendahulu bangsa lalu sepakat bukan negara Islam tetapi negara berdasarkan Pansila, di dalamnya mengakui perbedaan.

Sementara masyarakat saat ini, cenderung menonjolkan perbedaan. Perbedaan dengan yang lain dibenturkan dan diangkat bukan untuk saling mengisi, tetapi memisahkan dengan yang lain.

( Baca Juga : Anies Heran Kepada Ahok Dan Pendukungnya, Kok Sulit Melakukan Terobosan Rumah Tanpa DP )

( Pojoksatu.id )

1 Comment

  1. Pingback: Menurut Bu Susi : Jakarta Banjir Sudah Gak Aneh, Wong Sungai Dilurusin dan Ada Reklamasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *